Jalan

Infrastruktur jalan yang dibangun sampai tahun 2013 sepanjang 5.243,18 km yang terdiri atas 606,7 km jalan negara, 432,51 jalan provinsi dan 4.203,97 jalan kabupaten/kota. Jalan negara dan jalan provinsi sepanjang 1039,01 km diaspal sedangkan jalan kabupaten dan kota sepanjang 1.259,26 km diaspal dan 3164,76 km belum diaspal. Jalan-jalan yang belum diaspal sebagian besar adalah jalan-jalan di daerah pertanian.

Pelabuhan

Provinsi Gorontalo memiliki 2 pelabuhan nasional yaitu Pelabuhan Gorontalo dan Pelabuhan Anggrek. Pelabuhan Anggrek dikhususkan sebagai pelabuhan ekspor. Kedua pelabuhan ini memiliki kapasitas bongkar muat kontainer sebesar maksimal 40 feet. Selain itu, ada 3 pelabuhan perintis yaitu  Pelabuhan Kwandang, Pelabuhan Tilamuta dan Pelabuhan Bumbulan yang dimanfaatkan sebagai pelabuhan perikanan dan ferry.

Deskripsi Pelabuhan Gorontalo dan Pelabuhan Anggrek

No Fasilitas Pelabuhan Gorontalo Pelabuhan Anggrek
1 Dermaga
- Dermaga I 60 m x 11 m 153 m x 12 m
- Dermaga II 120 m x 10 m -
- Dermaga III 39 m x 15 m -
- Dermaga IV 21 m x 15 m -
2 Penyimpanan 560 m2(l) 1000m2 (ll) 30 m2
3 Tempat Penampungan 1000 m2 3900 m2
4 Terminal Penumpang 800 m2 800 m2
5 Tempat Parkir - 1546 m 2
6 Kapasitas 6000 DWT 10000 DWT
7 Ukuran Kontainer 20-40 feet 20-40 feet
8 Derek -
Sumber : Dinas Perhubungan dan Pariwisata Provinsi Gorontalo (2012)

 

PELABUHAN GORONTALO

pelabuhan1  pelabuhan2  pelabuhan5

pelabuhan3  pelabuhan4  pelabuhan6

PELABUHAN KWANDANG, PELABUHAN TILAMUTA DAN  PELABUHAN BUMBULAN

pelabuhan_kwandang  pelabuhan_tilamuta  pelabuhan_bumbulan

Bandar Udara

Bandar Udara (Bandara) Jalaludin terletak sejauh 35 km dari Kota Gorontalo atau dapat ditempuh dalam waktu maksimal 45 menit. Bandara ini memiliki ukuran runway 2500 x 45 m, taxy way A 115×23 m dan taxy way B 115 x 23 m,  ‘turning area’ 3 x 1200 m2, apron 231,5 x 80 m dan gedung VIP 370 m2. Perusahaan penerbangan yang melayani rute Gorontalo ke luar daerah meliputi Garuda Indonesia (Boeing 737 800NG), Lion Air (Boeing 737-900ER), Sriwijaya Air (Boeing 737-200) dan Wings Air (ATR-500).

gedung_bandara bandara3 bandara2 bandara1

Ketersedian listrik

Kapasitas terpasang listrik  dari PLN Gorontalo sebesar 78,595 MW sementara daya mampu sebesar 51,01 MW dan beban puncak sebesar 50,68 MW (PT PLN Cabang Gorontalo, 2012). Kapasitas ini belum termasuk listrik swasta yaitu PLTU Molotabu sebesar 2×12 MW. Selain itu, PT PLN sementara membangun PLTU Anggrek dengan kapasitas 2×25 MW di Gorontalo Utara yang diperkirakan mulai beroperasi tahun 2015.

Dengan asumsi proyeksi pertumbuhan penduduk pada wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo sebesar 1,3% pertahun dan pertumbuhan ekonomi 6,8%, maka permintaan tenaga listrik di wilayah Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo  diperkirakan tumbuh sebesar 7,9% pertahun. Upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Gorontalo, telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:

  1. Pembangkit tenaga listrik sebesar 93 MW (sekitar 10 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)
  2. Transmisi tenaga listrik 544 kms
  3. Gardu induk 140 MVA
  4. Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan:
    • PLTS 50 WP tersebar sebanyak 57.964 unit
    • PLTS terpusat 15 kW 8 unit
    • PLTMH 1.400 kW
    • PLTAngin 960 kW
    • Gardu distribusi 1.950 unit (90.000 kVA)
    • Jaringan Tegangan Menengah 4.330 kms
    • JaringanTegangan Rendah 4.380 kms
    • PLTD 6 unit (1.500 kW).